Hanyar Dilantik, Kadis DLH Banjarmasin Langsung Bergerak Atasi Ratik!

Hanyar Dilantik, Kadis DLH Banjarmasin Langsung Bergerak Atasi Ratik!

Banjarmasin, Jukung.co.id – Usai resmi dilantik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Ichrom Muftezar, langsung bergerak cepat merespons persoalan lingkungan yang menjadi perhatian utama di Kota Seribu Sungai.

Langkah awal tersebut ditunjukkan melalui rapat koordinasi bersama Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota, malam Kamis (25/03/2026).

Rapat ini juga dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, sebagai bentuk sinergi lintas pemerintahan dalam memperkuat pengelolaan ratik di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai strategi penanganan ratik dibahas secara komprehensif, matan hulu hingga hilir.

Ichrom Muftezar menjelaskan, pihaknya sengaja mengumpulkan sabarataan jajaran DLH gasan menyatukan langkah sekaligus menerima arahan langsung dari pemerintah kota wan provinsi.

“Banyak hal yang dibahas, mulai dari sistem pengelolaan modern nangkaya underground refuse system, pemilahan ratik matan sumbernya, hingga optimalisasi TPS 3R,” ujarnya.

Kada hanya itu, penguatan infrastruktur pendukung juga menjadi fokus utama. DLH Banjarmasin berencana mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, nangkaya rumah pilah, rumah kompos, serta pemanfaatan TPA Basirih.

Namun, ia menegaskan optimalisasi TPA kada difokuskan gasan penambahan pembuangan ratik, melainkan untuk pengolahan wan pengurangan volume ratik melalui proses pemilahan wan daur ulang.

“Kami akan mengajukan surat ke kementerian untuk pemanfaatan lahan di TPA, kada gasan pembuangan, tetapi gasan pengolahan nangkaya pencacahan wan komposting,” jelasnya.

Sementara untuk penanganan ratik residu, DLH masih mengandalkan Pusat Daur Ulang (PDU) sebagai solusi sementara.

Di sisi lain, pendekatan berbasis masyarakat juga diperkuat melalui pelibatan 1.582 agen 3R yang tersebar di seluruh RT di Banjarmasin.

Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola ratik sejak matan rumah, khususnya dalam memilah ratik organik wan anorganik.

“Ratik organik diharapkan bisa dikelola mandiri, sementara rTIK anorganik akan masuk ke sistem bank sampah,” tambahnya.

Rapat perdana ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin serius dalam melakukan pembenahan sistem pengelolaan ratik secara menyeluruh. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *