Banjarmasin, Jukung.co.id – Perputaran ekonomi dalam gelaran Pasar Wadai Ramadan 2026 di Banjarmasin menunjukkan capaian signifikan. Hingga menjelang penutupan, total transaksi yang tercatat telah mencapai sekitar Rp15,7 miliar.
Angka tersebut diproyeksikan masih akan bertambah seiring tingginya antusiasme warga yang terus memadati kawasan pasar saban kamarian hingga malam hari, khususnya pada hari-hari terakhir pelaksanaan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga wan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi selawas Ramadan.
“Dengan antusiasme warga yang terus memadati kawasan pasar, total perputaran duit diproyeksikan bisa menembus lebih dari Rp15 miliar hingga penutupan,” ujarnya, baisukan Rabu (18/03/2026).
Capaian tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Pada 2025, total transaksi Pasar Wadai Ramadan tercatat sebesar Rp12,3 miliar. Dengan demikian, terjadi kenaikan lebih dari Rp3 miliar pada penyelenggaraan tahun ini.
Menurut Ibnu Sabil, peningkatan tersebut menjadi indikator bila Pasar Wadai Ramadan tidak hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi warga, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, wan menengah (UMKM).
Beragam kuliner khas Banjar yang ditawarkan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Hal ini turut mendorong peningkatan daya beli warga serta memperluas peluang usaha bagi bubuhan pedagang lokal yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Momentum Ramadan seperti ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Selain sebagai pusat transaksi ekonomi, Pasar Wadai Ramadan juga menjadi ruang interaksi sosial wan destinasi wisata kuliner yang selalu dinantikan warga saban tahunnya. Perpaduan antara nilai tradisi, budaya, wan aktivitas ekonomi menjadikan kegiatan ini memiliki daya tarik tersendiri.
Dengan tren positif tersebut, Pasar Wadai Ramadan 2026 semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda unggulan di Banjarmasin yang mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang, sekaligus mendorong penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh pedagang dan pengunjung serta terus memberikan manfaat bagi perekonomian daerah,” pungkasnya. (EPW/JCI).













