Belanja Murah Dapat Bonus! Pasar Raya TPID VI Banjarmasin Bagi Paket Pangan Gratis, Kuota Cuma 150 Orang per Hari

Belanja Murah Dapat Bonus! Pasar Raya TPID VI Banjarmasin Bagi Paket Pangan Gratis, Kuota Cuma 150 Orang per Hari

Banjarmasin, Jukung.co.id – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Pasar Raya TPID VI Pasar Murah 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19–28 Februari 2026 di Halaman Eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, kawasan Siring Paal Nol Jalan Sudirman, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Pasar Raya TPID VI menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Program ini merupakan bagian dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia selawas Ramadan.

Masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pangan seperti baras, gula, minyak goreng, hintalu, dan komoditas strategis lainnya dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga menawarkan nilai tambah bagi pengunjung. Setiap harinya, tersedia kuota terbatas sebanyak 150 orang yang berkesempatan mendapatkan suvenir paket komoditas pangan senilai Rp25.000.

Untuk memperoleh paket tersebut, masyarakat cukup mengikuti kegiatan Edukasi Kebanksentralan yang diselenggarakan secara singkat di lokasi acara. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran Bank Indonesia, pengelolaan inflasi, serta pentingnya menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu masyarakat berbelanja hemat sekaligus menambah wawasan terkait kebijakan dan peran bank sentral dalam menjaga kestabilan ekonomi.

Lokasi Pasar Raya TPID VI yang berada di kawasan Siring Paal Nol  dinilai strategis karena berdekatan dengan pusat aktivitas masyarakat selawas Ramadan, termasuk Pasar Wadai yang setiap tahun ramai dikunjungi warga.

Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan berbuka puasa sekaligus berbelanja bahan pokok dalam satu kunjungan.

Kehadiran pasar murah ini juga diharapkan mampu menekan lonjakan harga yang sering terjadi menjelang dan selawas bulan suci, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pengendalian inflasi daerah.

Bank Indonesia Kalsel mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, mengingat kuota suvenir yang tersedia terbatas setiap hari.

Selain membantu memenuhi kebutuhan Ramadan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta meningkatkan literasi ekonomi masyarakat Banua.

Dengan konsep belanja hemat sambil belajar, Pasar Raya TPID VI diharapkan dapat menjadi salah satu agenda strategis yang memberikan dampak nyata bagi stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat selawas Ramadan 2026. (BI/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *