Banjarmasin, Jukung.co.id – Sejumlah ruas jalan di Banjarmasin kembali menjadi sorotan warga akibat kerusakan yang tidak kunjung tertangani secara menyeluruh. Mulai dari kondisi berlubang hingga tergenang banyu saat hujan maupun banjir, situasi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan.
Salah satu titik yang dikeluhkan berada di kawasan Jalan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur. Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah lubang menganga di badan jalan yang sering tertutup genangan banyu. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Beberapa pengendara bahkan terlihat hampir kehilangan keseimbangan ketika roda kendaraan mereka terperosok ke dalam lubang yang tidak terlihat akibat tertutup banyu.
“Ya selawas ini cuma ditambal sulam begitu saja, jadi sehari diperbaiki setelah itu rusak lagi. Setiap hujan itu pasti tergenang. Tidak heran jalan cepat rusak karena tidak ada gorong-gorong yang mengalirkan banyu ke sungai, ditambah perbaikan jalan tidak dilakukan dengan optimal,” ujarnya, tengah hari Jumat (13/02/2026).
Ia menilai kondisi jalan semakin memburuk sejak banjir sempat merendam kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Minimnya saluran drainase atau gorong-gorong disebut menjadi salah satu penyebab utama jalan mudah terkikis dan berlubang akibat genangan banyu yang tidak mengalir dengan baik.
Menurut Lina, kondisi jalan yang berlubang dan sering terendam banyu juga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Genangan banyu yang menutupi permukaan jalan membuat lubang tidak terlihat jelas.
“Pasti ada yang jatuh, apalagi kalau jalan terendam dan orang tidak tahu ada lubang. Ini cukup membahayakan, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ucapnya.
Selain faktor keselamatan, warga juga menyoroti pemerataan pembangunan infrastruktur di Banjarmasin. Lina membandingkan kondisi Pekapuran Raya dengan kawasan Kelayan B yang dinilai memiliki kualitas jalan lebih baik dan dilengkapi drainase memadai.
“Pekapuran dan Kelayan itu sama-sama wilayah kota, tapi kenapa hanya Kelayan yang jalannya bagus. Padahal Pekapuran Raya ini jalan alternatif yang dekat menuju luar kota, seharusnya juga diperhatikan,” pungkasnya.
Keluhan warga terkait kerusakan jalan lingkungan sebenarnya bukan kali pertama disampaikan. Namun hingga kini, pembenahan menyeluruh dinilai belum terlihat. Warga berharap Pemerintah Kota Banjarmasin tidak hanya melakukan perbaikan tambal sulam, melainkan penanganan komprehensif yang mencakup pembangunan drainase agar kerusakan tidak terus berulang.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat berharap adanya perhatian lebih serius terhadap jalan-jalan lingkungan yang rusak, demi keselamatan pengguna jalan sekaligus pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah kota. (EPW/JCI).
