Banjarmasin, Jukung.co.id – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin akan segera menggelar pertemuan sekaligus sosialisasi kepada seluruh pelaku usaha perunggasan di Banjarmasin. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pengoptimalan pengoperasian Rumah Potong Unggas (RPU) Modern yang hingga kini belum beroperasi secara penuh, meskipun pembangunannya telah rampung sejak akhir 2023.
Pertemuan tersebut dirancang sebagai forum komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, untuk menyamakan persepsi terkait pemanfaatan fasilitas RPU Modern yang dibangun di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH), Jalan Tembus Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan. RPU ini diharapkan menjadi solusi pemotongan unggas yang higienis, efisien, dan sesuai standar keamanan pangan.
Sebagai bagian dari persiapan operasional, Kepala DKP3 Banjarmasin, Yuliansyah, bersama jajaran kepala bidang dan staf teknis, sebelumnya telah meninjau pelaksanaan uji coba mesin RPU Modern. Dalam uji coba tersebut, puluhan ekor unggas diproses menggunakan peralatan modern, mulai dari tahap pemotongan, pencabutan bulu, hingga proses akhir (finishing).
Hasil uji coba menunjukkan seluruh rangkaian mesin berfungsi dengan baik dan siap digunakan. Proses pemotongan berlangsung cepat, bersih, dan terkontrol, sesuai dengan standar pemotongan unggas modern yang mengedepankan aspek sanitasi dan keamanan pangan.
“Uji coba mesin rutin kami lakukan agar kebersihan dan fungsi mesin tetap terjaga. Namun, untuk pengoperasian penuh RPU Modern ini tentu diperlukan dukungan dari berbagai pihak, khususnya para pelaku usaha perunggasan,” ujarnya, baisukan Selasa (03/02/2026).
Menurut Annang Dwijatmiko, keberadaan RPU Modern merupakan terobosan penting dalam sistem pemotongan unggas di Banjarmasin. Selain meningkatkan efisiensi waktu, fasilitas ini juga mampu menghasilkan daging ayam yang lebih higienis dan layak konsumsi. Mesin RPU bahkan diklaim mampu memproses pemotongan hingga ribuan ekor unggas per hari.
“Pemanfaatan RPU Modern ini sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara maksimal. Ketika pemerintah sudah menyiapkan fasilitas yang memadai, pelaku usaha juga harus berperan aktif agar manfaatnya benar-benar dirasakan bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha perunggasan menjadi kunci utama agar RPU Modern dapat beroperasi optimal. Dengan pemanfaatan bersama, fasilitas ini diharapkan mampu mewujudkan penyediaan daging ayam yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi masyarakat Banjarmasin.
Annang Dwijatmiko juga mengungkapkan, uji operasional perdana mesin RPU Modern telah berjalan sukses. Meski demikian, penyempurnaan pengaturan mesin masih diperlukan agar dapat menyesuaikan perbedaan ukuran dan berat ayam yang dipotong.
“Uji operasional perdana sudah berhasil. Ke depan masih diperlukan penyempurnaan setting mesin agar sesuai dengan ukuran ayam, baik yang kecil maupun besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bila RPU Modern saat ini telah siap dioperasionalkan apabila ada pelaku usaha perunggasan yang berminat memanfaatkan fasilitas tersebut. Selain meningkatkan kualitas pemotongan unggas, beroperasinya RPU Modern juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin melalui retribusi layanan RPU.
Melalui sosialisasi yang akan digelar dalam waktu dekat, DKP3 Banjarmasin berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mengoptimalkan RPU Modern, sehingga fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha perunggasan. (EPW/JCI).
