Kelas Disangga Kayu, Rehabilitasi SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin Belum Jelas Nasibnya

Kelas Disangga Kayu, Rehabilitasi SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin Belum Jelas Nasibnya

Banjarmasin, Jukung.co.id – Rencana rehabilitasi bangunan SD Negeri Sungai Jingah 4 Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, kondisi bangunan sekolah tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan dan berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik.

Bangunan sekolah dua lantai yang digunakan sebagai ruang belajar siswa kelas 1 dan 2 itu diperkirakan mengalami kerusakan lebih dari 60 persen. Struktur bangunan terlihat rapuh dan sebagian hanya ditopang dengan penyangga sementara dari kayu. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius, baik dari pihak sekolah maupun orang tua siswa.

Pada awal 2025 lalu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, sempat meninjau kondisi SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin. Dalam kunjungan tersebut, wali kota meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin untuk memprioritaskan rehabilitasi total bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak aman. Namun, hingga memasuki Januari 2026, belum ada kepastian kapan perbaikan tersebut akan dilaksanakan.

Kepala SD Negeri Sungai Jingah 4 Banjarmasin, Sukrie, mengungkapkan pihak sekolah telah berulang kali mengajukan proposal rehabilitasi kepada Dinas Pendidikan Banjarmasin. Bahkan, pengajuan tersebut telah dilakukan sejak masa kepala sekolah sebelumnya.

“Sudah terlalu sering mengajukan. Bahkan sejak kepala sekolah yang dulu. Sejak saya menjabat di sini, kami sudah dua kali mengajukan proposal ke Disdik sejak 2023, tetapi sampai sekarang, tahun 2026, belum juga terealisasi,” ujar Sukrie saat ditemui, baisukan Kamis (15/01/2026).

Menurut Sukrie, saat ini SD Negeri Sungai Jingah 4 Banjarmasin menampung lebih dari 300 peserta didik. Kerusakan bangunan yang cukup parah membuat pihak sekolah kesulitan mengatur kegiatan belajar mengajar. Sejumlah ruang kelas terpaksa tidak digunakan karena dinilai berisiko bagi keselamatan siswa.

Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah memberlakukan sistem pembelajaran sift khususnya bagi siswa kelas 1 dan 2. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi jumlah siswa yang berada di dalam bangunan rusak pada waktu bersamaan, sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua murid.

“Orang tua siswa takut bangunannya tiba-tiba roboh dan menimpa anak-anak mereka. Apalagi bangunan ini hanya ditahan sementara dari bawah menggunakan kayu,” jelasnya.

Sukrie mengaku kecewa dengan lambannya respons dari Dinas Pendidikan Banjarmasin. Hingga saat ini, pihak sekolah belum mendapatkan penjelasan yang jelas terkait jadwal maupun kepastian pelaksanaan rehabilitasi bangunan sekolah tersebut.

“Kami sangat kecewa. Perbaikan bangunan sekolah yang seharusnya segera dilakukan justru terkesan diperlambat. Dari Disdik hanya diminta menunggu, tanpa ada kejelasan kapan rehab itu dilaksanakan,” tegasnya.

Pihak sekolah berharap Pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya Dinas Pendidikan, dapat segera mengambil langkah konkret dan memberikan kepastian terkait rehabilitasi SD Negeri Sungai Jingah 4 Banjarmasin. Hal tersebut dinilai penting demi menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran proses belajar mengajar bagi ratusan siswa yang setiap hari menempati bangunan tersebut. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *