Wapres Gibran Tinjau Langsung Banjir di Kabupaten Banjar, Tekankan Perlindungan Kelompok Rentan

Wapres Gibran Tinjau Langsung Banjir di Kabupaten Banjar, Tekankan Perlindungan Kelompok Rentan

Banjar, Jukung.co.id — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (08/01/2026), usai meninjau wilayah terdampak banjir di Kabupaten Balangan. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal serta bantuan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan.

Peninjauan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat perlindungan sosial, merespons krisis secara cepat, dan memastikan penanganan bencana dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

Di Kabupaten Banjar, Wapres mengunjungi posko pengungsian yang berada di halaman eks Puskesmas Kecamatan Sungai Tabuk. Setibanya di lokasi, Wapres langsung menyapa para pengungsi, berdialog dengan warga, serta mendengarkan keluhan dan kebutuhan masyarakat selama berada di tempat pengungsian.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi kelompok rentan yang terdampak banjir, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta penyandang disabilitas.

“Warga yang mengungsi, terutama kelompok rentan, harus benar-benar diperhatikan. Pastikan dapur umum menyediakan makanan tiga kali sehari dan posko kesehatan tetap aktif selama 24 jam,” tegas Wapres di hadapan petugas dan relawan.

Selain layanan pangan dan kesehatan, Wapres juga meminta agar ketersediaan obat-obatan, banyu bersih, sanitasi, serta fasilitas pendukung lainnya terus dijaga. Hal ini penting untuk mencegah munculnya penyakit yang berpotensi timbul akibat banjir yang berlangsung cukup lawas.

Wapres menegaskan, pemerintah pusat, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, berkomitmen untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

“Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki oleh pemerintah. Untuk sementara, Bapak-Ibu tetap berada di tempat pengungsian terlebih dahulu, dan pemulihan akan kita percepat,” ujar Wapres kepada warga.

Usai meninjau posko pengungsian, Wapres melanjutkan pengecekan ke dapur umum untuk memastikan proses penyediaan dan distribusi makanan bagi pengungsi berjalan lancar. Dari lokasi tersebut, Wapres kemudian meninjau permukiman warga yang masih tergenang banjir.

Dengan menggunakan perahu karet, Wapres menyusuri kawasan terdampak, melihat kondisi rumah-rumah warga, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kehadiran Wapres di lokasi banjir menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam situasi darurat.

Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Banjar berdampak pada 9 kecamatan dan 121 desa. Sebanyak 23.133 rumah terdampak, dengan 13.732 rumah di antaranya masih terendam banyu. Jumlah warga terdampak mencapai 42.082 kepala keluarga atau 118.151 jiwa, termasuk ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, lansia, serta penyandang disabilitas.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan di Kabupaten Banjar, Wakil Presiden bertolak menuju Lanud Sjamsudin Noor untuk kembali ke Jakarta. (MC.Kalsel/JCI).

Exit mobile version