Banjar, Jukung.co.id — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin meninjau lokasi banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (08/01/2026), di tengah masih tingginya genangan banyu yang merendam permukiman warga. Peninjauan ini dilakukan sembari menunggu kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan.
Didampingi sejumlah pejabat terkait, Gubernur H.Muhidin menyusuri kawasan terdampak banjir menggunakan perahu, lantaran akses darat tidak dapat dilalui akibat genangan banyu yang cukup dalam. Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian banyu bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga mencapai pinggang orang dewasa.
“Di sini ada tujuh RT yang terendam banjir. Kita masuk menggunakan perahu karena akses darat tidak memungkinkan,” ujar Gubernur H.Muhidin saat memberikan keterangan kepada awak media.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 675 paket sembako kepada warga yang rumahnya terdampak banjir. Bantuan tersebut disalurkan ke permukiman warga sebagai upaya meringankan beban masyarakat di tengah kondisi darurat.
“Bantuan ini untuk masyarakat yang rumahnya terdampak banjir. Sembako dari pemerintah,” terangnya.
“Setiap rumah harus dicatat. Satu rumah dapat satu paket bantuan,” tegasnya.
Terkait langkah penanganan ke depan, Gubernur menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama, sembari terus memantau potensi hujan lanjutan yang dapat memperparah kondisi banjir.
“Kita tangani sambil melihat kondisi di lapangan. Yang penting sekarang jangan sampai warga kehujanan lagi dan keselamatan tetap terjaga,” ujarnya.
“Kami sangat antusias. Hari ini Wapres datang, dan nantinya Presiden juga akan meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru,” ungkapnya.
Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap mengedepankan pendekatan langsung ke lapangan dalam setiap kebijakan penanganan bencana, agar kondisi riil masyarakat dapat diketahui secara cepat dan akurat.
“Kebijakan kita tetap, turun langsung ke lapangan, melihat kondisi warga, mencatat kebutuhan, dan bertindak cepat,” pungkasnya.
Selain penanganan darurat, Gubernur H.Muhidin juga menegaskan, solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir terus dikaji dan direncanakan. Upaya tersebut mencakup pengelolaan sumber daya banyu, perbaikan tata kelola lingkungan, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang terintegrasi dengan pemerintah pusat. (MC Kalsel/JCI).
