Banjarmasin, Jukung.co.id – Puluhan sekolah di Banjarmasin yang terdampak banjir mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Kondisi ini memunculkan perhatian serius dari Komisi IV DPRD Banjarmasin, khususnya terkait keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik.
Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Neli Listriani menegaskan meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah, penyaluran makanan bergizi gratis kepada siswa tetap harus berjalan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau sejumlah sekolah yang terendam banjir.
Menurut Neli Listriani, Dinas Pendidikan Banjarmasin perlu segera berkoordinasi dengan penyelenggara dapur MBG agar distribusi makanan tetap tersalurkan dengan baik, menyesuaikan kondisi sekolah yang saat ini belum dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“MBG perlu dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan dapur MBG terkait distribusinya, mengingat ada sebagian sekolah yang masih menjalankan pembelajaran jarak jauh,” ujarnya, jelang tengah hari Rabu (07/01/2026).
Ia menekankan, perubahan mekanisme penyaluran maupun jenis makanan tidak boleh mengurangi kualitas gizi yang diterima anak-anak. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk menyalurkan makanan segar, maka alternatif berupa makanan kering tetap harus memenuhi standar gizi seimbang.
“Penyaluran MBG kepada anak didik harus tetap diberikan meski mereka belajar dari rumah. Menu makanan bisa diganti sementara dengan makanan kering, ditambah susu formula yang memiliki kandungan gizi baik untuk anak,” tegasnya.
Neli Listriani menambahkan, Komisi IV DPRD Banjarmasin akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait guna memastikan program MBG berjalan optimal di tengah situasi darurat banjir.
“Nanti akan kami koordinasikan kembali dengan Dinas Pendidikan dan pihak terkait untuk membahas teknis pelaksanaannya,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama menyampaikan pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangan Disdik Banjarmasin untuk melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun dari rumah, bagi siswa yang terdampak banjir.
Ryan Utama menjelaskan, penyesuaian tersebut juga berdampak pada teknis penyaluran program Makan Bergizi Gratis oleh setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang saat ini masih dalam tahap koordinasi.
“Kami sedang melakukan koordinasi lanjutan bersama koordinator MBG Banjarmasin dan pihak SPPG terkait teknis penyaluran MBG ke sekolah-sekolah yang sedang melaksanakan PJJ,” jelasnya.
Dinas Pendidikan memastikan akan terus memantau kondisi lapangan, termasuk perkembangan banjir dan kesiapan sekolah, agar hak peserta didik terhadap pendidikan dan asupan gizi tetap terpenuhi meski dalam situasi bencana. (EPW/JCI).













