Dinsos Banjarmasin Dirikan Dapur Umum Terpusat, Layani Warga Sungai Lulut Terdampak Banjir Rob

Dinsos Banjarmasin Dirikan Dapur Umum Terpusat, Layani Warga Sungai Lulut Terdampak Banjir Rob

Banjarmasin, Jukung.co.id – Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin mendirikan dapur umum terpusat sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana banjir rob yang masih melanda sejumlah kawasan di Banjarmasin. Dapur umum tersebut berlokasi di Gudang Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana), Jalan Mayjen Sutoyo S Gang 20, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Keberadaan dapur umum ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur, yang hingga kini masih terdampak cukup parah akibat genangan banjir dan sebagian terpaksa mengungsi.

Kepala Dinsos Banjarmasin, Nuryadi mengatakan dapur umum tersebut beroperasi selawas lima hari, terhitung sejak 04 hingga 8 Januari 2026, untuk memastikan kebutuhan makan warga terdampak dapat terpenuhi secara layak.

“Dapur umum ini kita laksanakan selawas lima hari untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi banjir rob yang melanda Banjarmasin. Saat ini, dampak terparah terjadi di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur,” ujarnya, tengah hari Rabu (07/01/2026).

Nuryadi menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, jumlah warga terdampak banjir di wilayah tersebut mencapai lebih dari 800 jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 120 orang telah menerima layanan makanan dari dapur umum karena harus mengungsi dari rumah mereka.

“Saat ini dapur umum baru diperuntukkan bagi korban banjir di Sungai Lulut. Ada warga yang terpaksa mengungsi, dan penyaluran makanan ini berdasarkan permintaan dari Kecamatan Banjarmasin Timur yang sebelumnya sudah dirapatkan,” jelasnya.

Dapur umum sengaja didirikan di lokasi yang berbeda dari kawasan terdampak banjir. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor aksesibilitas dan efektivitas pengolahan makanan.

“Lokasi Sungai Lulut cukup sulit dijangkau karena hampir semua titik terkepung banjir. Jadi, dapur umum kita pusatkan di tempat yang lebih strategis agar proses memasak dan distribusi bisa berjalan lancar,” tambahnya.

Selain melayani Sungai Lulut, Dinsos Banjarmasin juga membuka kemungkinan pendirian dapur umum tambahan apabila banjir rob meluas ke wilayah lain dan menyebabkan warga harus mengungsi.

“Kami masih menunggu laporan dari lurah-lurah di wilayah lain. Jika ada daerah terdampak yang memerlukan dapur umum, tentu akan kami siapkan. Saat ini, di hari keempat pelaksanaan, masih tersisa sekitar 47 warga yang terus kami layani,” tuturnya.

Salah satu juru masak dapur umum, Safwan menyebutkan menu makanan yang disajikan untuk warga terdampak banjir dibuat bervariasi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

“Menu setiap hari berbeda-beda, ada lauk iwak nila, patin, hintalu, ayam, serta sayuran seperti urap dan osengan. Dalam sehari kami menyiapkan makanan tiga kali untuk dikonsumsi warga,” ungkapnya. (EPW/JCI).

Exit mobile version