Banjir Rob Rendam SDN Banua Anyar 9 Selawas 15 Hari, Banyu Masuk Kelas, Sekolah Terapkan PJJ di Awal Semester

Banjir Rob Rendam SDN Banua Anyar 9 Selawas 15 Hari, Banyu Masuk Kelas, Sekolah Terapkan PJJ di Awal Semester

Banjarmasin, Jukung.co.id – Aktivitas belajar mengajar di SDN Banua Anyar 9, Jalan Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, terganggu akibat banjir rob yang telah menggenangi halaman sekolah selawas 15 hari terakhir. Tingginya genangan bahkan mencapai setinggi paha orang dewasa dan dalam beberapa hari belakangan banyu mulai masuk ke ruang kelas hingga di atas mata kaki.

Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada hari pertama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026, sebagai langkah antisipasi demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Operator SDN Banua Anyar 9 Banjarmasin, Ragil Pangestu, mengatakan banjir rob dengan ketinggian cukup ekstrem berdampak langsung terhadap lingkungan sekolah dan akses aktivitas belajar. Menurutnya, keputusan PJJ diambil setelah mempertimbangkan faktor keamanan dan kelancaran proses pendidikan.

 “Tingginya banjir rob yang berdampak pada lingkungan dan sekitar sekolah, pihak sekolah mengambil kebijakan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh bagi peserta didik pada Kegiatan Belajar Mengajar hari pertama tahun pelajaran baru 2025/2026,” ujarnya, baisukan Selasa (06/01/2026).

Ragil Pangestu menjelaskan, sekolah yang berada di kawasan rawan banjir rob tersebut hampir setiap tahun mengalami genangan, terutama saat musim hujan disertai pasang banyu sungai. Namun, banjir rob tahun ini disebut sebagai yang paling dalam dan bertahan lawas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya genangan hanya di halaman, tapi kali ini banyu sudah masuk ke ruang kelas. Ini tentu berisiko bagi siswa dan guru jika dipaksakan tatap muka,” jelasnya.

Pihak sekolah, lanjut Ragil Pangestu, terus melakukan pemantauan kondisi banyu setiap hari serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Proses pembelajaran jarak jauh akan terus diterapkan hingga kondisi dinilai aman untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

 “Kami terus memantau kondisi di lapangan dan akan kembali ke pembelajaran tatap muka jika banyu sudah surut dan lingkungan sekolah dinyatakan aman,” tambahnya.Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat sekitar 50 sekolah di Banjarmasin yang terdampak banjir rob dengan tingkat genangan yang bervariasi.

Sebagai langkah cepat, Dinas Pendidikan Banjarmasin telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penyesuaian kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak banjir rob. Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan untuk menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kondisi masing-masing sekolah.

“Kami memberikan fleksibilitas bagi sekolah yang terdampak banjir rob. Prioritas utama adalah keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. PJJ dapat dilanjutkan hingga kondisi sekolah kembali pulih dan aman,” ucapnya.

Ryan Utama menegaskan, Disdik Banjarmasin akan terus memantau perkembangan kondisi banjir rob di sejumlah wilayah, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan meski di tengah kondisi darurat.

Ia juga mengimbau pihak sekolah untuk tidak memaksakan pembelajaran tatap muka apabila kondisi lingkungan belum memungkinkan, serta memastikan komunikasi aktif dengan orang tua siswa terkait pelaksanaan PJJ. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *