Harga Bawang Habang dan Putih di Banjarmasin Melonjak Jelang Nataru, Pedagang Sebut Dipicu Cuaca dan Distribusi

Harga Bawang Habang dan Putih di Banjarmasin Melonjak Jelang Nataru, Pedagang Sebut Dipicu Cuaca dan Distribusi

Banjarmasin, Jukung.co.id  – Harga kebutuhan pokok, khususnya bawang habang dan bawang putih, di sejumlah pasar tradisional Banjarmasin kembali mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga ini dikarenakan kombinasi sejumlah faktor, mulai dari cuaca ekstrem, terhambatnya distribusi pasokan, hingga meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pantauan di Pasar Harum Manis, Pasar Lima, Jalan Pasar Baru, Banjarmasin Tengah, jelang tengah hari Sabtu (13/12/2025), menunjukkan harga bawang habang berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Angka tersebut naik sekitar Rp3 ribu dibandingkan pekan sebelumnya yang masih bertahan di harga rata-rata Rp35 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang putih mengalami kenaikan lebih tajam, yakni sekitar Rp10 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp30 ribu kini menembus Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram di tingkat pedagang eceran.

Kenaikan harga ini diduga kuat dipengaruhi gangguan cuaca di sejumlah daerah sentra produksi bawang nasional. Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara menyebabkan banjir di lahan pertanian, sehingga proses panen terganggu dan kualitas hasil produksi menurun. Dampaknya, pasokan bawang ke Kalimantan Selatan ikut berkurang.

Selain faktor produksi, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang akhir tahun juga turut mendorong kenaikan harga. Bawang habang dan bawang putih merupakan komoditas bumbu dapur utama yang selalu dibutuhkan, terutama saat memasuki momentum hari besar keagamaan dan perayaan akhir tahun.

Kendala distribusi akibat cuaca ekstrem juga menjadi faktor lain yang memperparah kondisi pasokan. Jalur logistik dari luar daerah sebagai sumber utama bawang untuk Kalimantan Selatan mengalami hambatan, sehingga stok di pasar tradisional menjadi terbatas.Salah seorang pedagang bawang di Pasar Harum Manis, Muhamad Akbar, mengungkapkan kenaikan harga mulai terasa sejak sepekan lalu. Namun, dalam dua hari terakhir harga bawang habang mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Kenaikannya sejak minggu lalu, tapi dua hari ini sudah mulai turun sedikit. Waktu hujan besar kemarin banyak kiriman terhambat karena banjir,” ujarnya.

Meski harga bawang habang mulai berangsur stabil, kondisi berbeda terjadi pada bawang putih. Hingga saat ini, harga bawang putih masih bertahan di kisaran Rp50 ribu per kilogram.Seorang pembeli asal Landasan Ulin, Banjarbaru, Nurhayati, mengaku cukup terbebani dengan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, selain bawang habang, bawang putih juga mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Hampir semua naik, terutama bawang putih. Biasanya beli lebih murah, sekarang jauh naik,” jelasnya.

Masyarakat berharap harga bawang habang dan bawang putih di Banjarmasin dapat segera kembali stabil. Stabilitas harga dinilai penting untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat yang berpotensi memicu aksi panic buying maupun penimbunan barang, terutama menjelang momentum perayaan besar di akhir tahun. (AHF/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *