Banjarmasin, Jukung.co.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan Banua Creative Festival (BCF) 2025 tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi ajang solidaritas untuk membantu warga yang terdampak bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
BCF 2025 yang mengusung tema “Titik Kumpul” menghadirkan berbagai agenda besar. Mulai dari IdeaForum yang mengangkat diskusi kreatif berbasis kolaborasi unsur hexahelix, Banua Craft sebagai pameran produk unggulan ekraf Kalsel, Layar Film Banjar yang menayangkan film-film pilihan Banua, hingga Tertawa Ria yang menampilkan pertunjukan stand-up comedy komika lokal. Festival juga menampilkan Rupa-Rupa Seni Rupa untuk mengapresiasi karya seni rupa tradisional dan kontemporer, serta Sound On, panggung musik yang menghadirkan band-band lokal.
“Sebagai bangsa Indonesia, tentu kita merasa prihatin atas bencana alam yang menimpa saudara kita. Karena itu, melalui festival ini kami mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut membantu dengan menyumbangkan pakaian layak pakai maupun bantuan berupa materi atau duit,” ujarnya, usai membuka Banua Creative Festival (BCF) 2025 di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, malam Sabtu (05/12/2025).
Ia mengatakan upaya kemanusiaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai kepedulian sosial dalam ruang-ruang kreatif. Menurutnya, BCF 2025 tidak hanya menjadi titik temu gagasan dan kolaborasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Banua untuk menunjukkan solidaritas bagi sesama.
Penggalangan donasi dilakukan melalui beberapa titik posko yang disediakan panitia festival. Bantuan dari masyarakat nantinya akan dikoordinasi bersama instansi terkait sebelum dikirimkan ke daerah terdampak.
Pemerintah Provinsi Kalsel juga berharap publik yang hadir selama rangkaian festival dapat berpartisipasi aktif. Selain memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, festival tahun ini diharapkan menjadi momentum mempererat rasa kebersamaan lintas daerah. (HNG/JCI).
