Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan ketersediaan hintalu ayam di pasar-pasar tradisional tetap aman meskipun permintaan meningkat tajam sejak diberlakukannya Program Makan Bergizi Gratis pada September 2025 lalu. Lonjakan kebutuhan bahan pangan ini tercatat mencapai hampir tiga kali lipat dari kondisi normal.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Faisal Akly, mengatakan peningkatan konsumsi hintalu ayam dipicu oleh kebutuhan menu bergizi untuk mendukung pelaksanaan program makan gratis di sekolah-sekolah.
“Permintaan hintalu di pasaran naik cukup tinggi, karena banyak digunakan untuk pelengkap menu makan bergizi gratis. Tapi kami pastikan stoknya tetap terkendali,” ujarnya, tengah hari Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, pasokan hintalu ayam ke Banjarmasin saat ini tidak hanya mengandalkan produksi lokal, tetapi juga dipasok dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, serta sebagian dari Kabupaten Tanah Laut. Kerja sama dengan daerah pemasok ini telah terjalin sejak tahun 2024 dan terbukti mampu menjaga stabilitas stok di pasaran.
“Kerja sama dengan Blitar menjadi salah satu penopang utama pasokan. Hingga kini, distribusi berjalan lancar dan tidak ada gangguan,” jelasnya.
Meski harga hintalu ayam sempat mengalami kenaikan dari Rp28.000 menjadi Rp31.000 per kilogram dalam beberapa pekan terakhir, Faisal Akly memastikan, kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan tidak mengganggu daya beli masyarakat. “Kenaikan harga dipengaruhi biaya distribusi dan tingginya permintaan, tapi ketersediaan tetap aman. Tidak ada indikasi kelangkaan,” tegasnya.
Faisal Akly juga menyampaikan, keberhasilan menjaga kestabilan pasokan dan harga hintalu ayam tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Selatan serta distributor pangan di Banjarmasin. Dukungan tersebut mencakup koordinasi distribusi antarwilayah dan penguatan sistem logistik pangan daerah.
“Bank Indonesia ikut mendorong kelancaran distribusi pangan agar inflasi tetap terkendali. Distributor lokal juga sangat kooperatif dalam menjaga kelancaran stok,” pungkasnya. (EPW/JCI) .












