Banjarmasin, Jukung.co.id – Malam itu, Sungai Martapura bagaikan kanvas raksasa. Warna-warni lampu dari jukung hias memantul di permukaan air, menciptakan pemandangan yang membuat ribuan pasang mata terpaku. Anak-anak duduk di pundak ayah mereka, para ibu tersenyum sambil mengabadikan momen dengan ponsel, sementara pedagang asongan berteriak menawarkan jagung bakar.
Sungai Martapura kembali menjadi pusat perhatian pada malam kedua Festival Jukung Hias Tanglong 2025 yang berlangsung di kawasan Siring Nol Kilometer dan Menara Pandang, malam Kamis (24/09/2025). Ribuan warga tumpah ruah di tepian sungai untuk menyaksikan parade jukung hias dan klotok yang berkilauan dengan gemerlap lampu warna-warni.
Bagi banyak orang, festival ini lebih dari sekadar tontonan. Sungai Martapura yang selawas ini menjadi urat nadi kehidupan, malam itu seakan menyatukan semua kalangan: pejabat, pedagang kecil, seniman, hingga anak-anak muda yang datang hanya untuk berswafoto.
Para fotografer jalanan sibuk menawarkan jasanya kepada keluarga yang ingin mengabadikan momen berlatar jukung bercahaya. Satu jepretan dihargai Rp8.000, cukup untuk menambah pemasukan harian.
Panggung utama pun tidak kalah meriah. Penampilan Puput LIDA dan Risma Bintang Pantura membuat ribuan penonton bernyanyi bersama.

Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin yang hadir bersama Ketua TP PKK, Neli Listriani, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Menurutnya, festival ini tidak sekadar kompetisi, melainkan ruang ekspresi kreativitas dan kebersamaan warga.
“Festival ini adalah cerminan identitas Kota Seribu Sungai. Momentum ini bukan hanya hiburan, tapi juga pengingat bahwa Banjarmasin punya kultur sungai yang harus terus kita rawat dan wariskan,” ungkapnya.
Muhammad Yamin berharap, di usia Banjarmasin yang ke-499 tahun, festival jukung hias akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia optimistis, kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata unggulan, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan luar daerah.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin, Fitriyah, mengungkapkan tahun ini jumlah peserta meningkat, dengan ide dan kreativitas yang lebih beragam dibanding tahun sebelumnya.
“Karena tingginya minat peserta dan masyarakat, tahun ini parade jukung hias kami gelar dalam dua hari malam Selasa dan Rabu, 23 dan 24 September 2025 . Tujuannya agar warga lebih puas menikmati festival sekaligus memberi ruang lebih besar bagi peserta untuk menampilkan karya terbaiknya,” jelasnya.
Selain menyemarakkan budaya sungai, festival ini juga membawa dampak bagi perekonomian masyarakat. Pedagang kaki lima, pelaku usaha kecil, hingga juru parkir merasakan peningkatan pendapatan berkat tingginya jumlah pengunjung.
“Event ini bukan hanya melestarikan budaya sungai, tapi juga jadi sumber rezeki bagi banyak orang. Ekonomi kreatif ikut bergerak, dan itu sejalan dengan semangat festival,” tambah Fitriyah.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan piala penghargaan kepada peserta dengan penampilan terbaik.
- Kategori bermesin: Juara pertama diraih Bank Kalsel Cabang Utama, disusul Sekretariat Daerah Banjarmasin di posisi kedua, dan Dinas PUPR di urutan ketiga.
- Kategori tanpa mesin: Juara pertama diraih Hafizh, juara kedua Muhammad Ridhoni, dan juara ketiga Ahmad Sidik.
- Penghargaan tersebut diserahkan langsung usai parade, menambah semarak rangkaian festival yang menjadi salah satu agenda budaya tahunan terbesar di Banjarmasin.
Festival Jukung Hias Tanglong 2025 menegaskan kembali identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai. Lebih dari sekadar tontonan, festival ini menjadi wadah pelestarian tradisi sekaligus penggerak wisata yang semakin diperhitungkan di Kalimantan Selatan. (EPW/JCI).












