Banjarmasin, Jukung.co.id – Pembahasan awal mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 resmi dimulai. Rapat perdana Badan Anggaran DPRD Kota Banjarmasin bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) digelar di Ruang Paripurna DPRD Kota Banjarmasin, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Tengah, jelang kamarian Ahad (21/09/2025).
Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah agar sejalan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, yang menekankan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam forum tersebut, dibahas 22 program prioritas kepala daerah yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, penanganan banjir, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Salah satu isu penting yang mendapat perhatian khusus adalah pembenahan sistem pengelolaan ratik di Kota Seribu Sungai.
Anggota Badan Anggaran DPRD Banjarmasin Sarifah Saqinah, yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), menegaskan persoalan ratik perlu menjadi fokus utama dalam rencana kerja 2026, mengingat beberapa waktu lalu Banjarmasin sempat mengalami darurat ratik akibat penumpukan di beberapa titik pembuangan sementara.
“Permasalahan ratik ini harus ditangani secara serius. Jangan sampai ada lagi tumpukan yang meluber ke jalan atau mengganggu aktivitas warga. Ini menyangkut wajah kota sekaligus kesehatan masyarakat,” tegasnya usai rapat.
Ia menilai, penanganan ratik tidak cukup hanya dengan menambah armada atau tong ratik, tetapi juga memerlukan sistem pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari sumber hingga pembuangan akhir.
“Kita tidak bisa lagi berpikir tambal sulam. Penanganan ratik harus sistemik, dimulai dari kesadaran warga, optimalisasi petugas kebersihan, hingga pengawasan di lapangan. Kalau tidak, persoalan ini akan terus berulang,” tambahnya.
Sarifah Saqinah juga menyoroti pentingnya pembenahan sungai dan drainase, yang menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang bersih dan bebas genangan. Ia berharap APBD 2026 benar-benar menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai prioritas konkret, bukan sekadar wacana.
“Kita ingin Banjarmasin ini bersih dan indah. Kalau sungainya tertata, ratiknya tertangani, masyarakat pun akan merasa nyaman dan bangga dengan kotanya sendiri,” pungkasnya.
Rapat Badan Anggaran ini menjadi pembuka dari serangkaian pembahasan lanjutan yang akan dilakukan DPRD bersama TAPD dalam beberapa pekan ke depan sebelum rancangan APBD 2026 difinalisasi. (HNG/JCI).












