Banjarmasin, Jukung.co.id — Masalah kerusakan jalan di kawasan permukiman warga kembali menjadi sorotan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banjarmasin, Sarifah Saqinah. Ia meminta Pemerintah Kota Banjarmasin agar tidak lagi menunda penanganan infrastruktur dasar yang sering menjadi keluhan masyarakat, terutama di wilayah padat penduduk.
Hal itu disampaikan Sarifah Saqinah usai mengikuti rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026 antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Paripurna DPRD Banjarmasin, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Tengah, jelang kamarian Ahad (21/09/2025).
“Setiap kali reses, keluhan soal jalan rusak selalu muncul. Ini artinya permasalahan tersebut belum terselesaikan secara menyeluruh. Karena itu, saya berharap tahun depan Pemko benar-benar memberi perhatian lebih pada perbaikan jalan di permukiman,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Menurutnya, jalan di kawasan pemukiman warga tidak kalah penting dibandingkan dengan jalan utama kota. Jalan gang yang rusak bahkan sering menjadi persoalan harian warga karena kondisinya rendah dan sering tergenang banyu saat hujan turun.
“Banyak jalan di dalam gang warga kondisinya sudah rendah, bahkan sejajar dengan permukaan sungai. Setiap kali hujan, banyu langsung naik dan menggenang. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
Sarifah Saqinah menegaskan, perbaikan infrastruktur lingkungan seperti jalan dan drainase harus menjadi prioritas dalam RAPBD 2026. Ia menilai, masalah klasik seperti ini seharusnya sudah bisa diatasi dengan perencanaan matang serta pelaksanaan yang tepat sasaran.
“Kami di DPRD sudah sering menampung keluhan soal ini. Jadi jangan sampai anggaran besar yang ada tidak dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain soal jalan, Sarifah Saqinah juga menyoroti kondisi siring (tanggul penahan banyu) di beberapa kawasan bantaran sungai yang kini banyak mengalami kerusakan. Salah satunya di Kelurahan Sungai Jingah, di mana siring dilaporkan rumbih dan membuat banyu sungai merembes ke jalan.
“Saya dapat laporan, ada siring di Sungai Jingah yang sudah rumbih. Banyunya sampai merembes ke jalan dan mengganggu aktivitas warga. Ini harus segera diperbaiki, jangan menunggu makin parah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur kecil di tingkat lingkungan justru memiliki dampak besar bagi kehidupan warga. Jalan yang baik dan aman akan memperlancar mobilitas, memudahkan aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kalau jalan lingkungan bagus, warga bisa beraktivitas dengan lancar. Pedagang bisa keluar masuk mudah, distribusi barang lancar. Ini efek domino yang sangat terasa di masyarakat bawah,” paparnya.
Karena itu, ia berharap pembahasan RAPBD 2026 dapat benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. DPRD, ucapnya, siap mendorong agar program infrastruktur permukiman tidak hanya menjadi wacana, tetapi terealisasi nyata di lapangan.
“Kami ingin pembangunan yang berpihak pada masyarakat. Jalan, drainase, dan siring adalah kebutuhan dasar yang harus diselesaikan lebih dulu sebelum bicara proyek besar lainnya,” pungkasnya. (HNG/JCI).












