Kotabaru, Jukung.co.id – Lantunan shalawat bergema di Masjid Apung Siring Laut, ketika ratusan jamaah perempuan dari berbagai majelis taklim di Kotabaru berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sabtu (13/09/2025). Peringatan kali ini terasa istimewa karena mengusung tema “Akhlak Nabi dalam Menghargai Perempuan, Meneguhkan Kesetaraan yang Islami.”
Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati, Kepala Kemenag Kotabaru, Dr. H. Ahmad Kamal, S. HI, M.Ag, Camat Pulau Laut Utara Hj.Frida Yustiani, perwakilan Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita, Dharma Wanita Persatuan, Seluruh Ketua Majelis Taklim beserta Anggota di wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara dan Sigam.
Bagi para muslimah yang hadir, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, melainkan ruang bersama untuk meneguhkan teladan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutan Penasehat BKMT Kotabaru Suci Anisa Rusli yang dibacakan Penasehat IV BKMT Kotabaru Hj.Susan Lailan Mailani, menyampaikan, meneladani Rasulullah berarti menjaga ketulusan hati, memuliakan perempuan, serta menumbuhkan kasih sayang dalam keluarga dan masyarakat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad adalah momentum untuk mengingat dan meneladani akhlak mulia Rasulullah.
“Peringatan Maulid ini sebagai wujud rasa syukur untuk lebih mencintai Rasulullah SAW, meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat peran kita sebagai perempuan muslimah dalam membangun keluarga, masyarakat dan bangsa,” ucapnya.

Ketua BKMT Kotabaru, Hj. Norbaiti Muchtar, mengatakan, majelis taklim kini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan perempuan agar berdaya, percaya diri, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
“Majelis Taklim bukan hanya sebagai tempat pembelajaran islam tapi sekaligus pula suatu kekuatan yang berpengaruh dan memiliki kontribusi dalam meningkatkan kualitas muslimin dan muslimah Indonesia,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan ini bukan hanya dijadikan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
Acara yang ditutup dengan tausiyah Ustaz Hendra Perdana menjadi pengingat, Maulid Nabi adalah momentum untuk memperkuat iman, merawat silaturahmi, sekaligus meneguhkan peran perempuan sebagai cahaya dalam keluarga dan pilar masyarakat.
“Melalui Peringatan Maulid Nabi SAW diharapkan, menjadi momen penting dalam memperkuat syiar Islam dan menjalin silaturahmi,”pungkasnya. (Rilis/JCI).












