Banjarmasin, Jukung.co.id – Komisi II DPRD Banjarmasin mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan anggaran Balai Latihan Kerja (BLK) Diskopumker. Tambahan anggaran dinilai penting agar seluruh potensi pelatihan, termasuk bidang pembuatan roti dan memasak, bisa dioptimalkan dalam rangka menekan angka pengangguran di Banjarmasin.

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, M. Faisal Hariyadi, menegaskan peralatan pelatihan yang tersedia di BLK sebagian besar sudah canggih. Namun sayangnya, fasilitas tersebut belum termanfaatkan secara maksimal.
“Bayangkan, dalam satu tahun peralatan itu hanya dipakai 33 hari untuk satu angkatan. Padahal bisa digunakan sampai delapan angkatan jika Pemko menganggarkan pelatihan secara penuh. Jika ini berjalan, jelas akan membantu mengurangi pengangguran di Banjarmasin karena korelasinya dengan peluang usaha sangat besar,” ungkapnya, jelang tengah hari Senin (11/08/2025).

Politisi Partai Amanat Nasional ini menambahkan, masih banyak masyarakat yang sebenarnya memiliki keterampilan memadai, misalnya tukang las yang sudah berpengalaman. Namun, mereka kesulitan masuk ke perusahaan karena terkendala sertifikasi resmi.
“BLK adalah salah satu solusi. Dengan mengikuti pelatihan, masyarakat tidak hanya meningkatkan kemampuan, tapi juga mendapatkan sertifikat yang diakui dunia usaha. Ini akan membuka jalan lebih luas untuk bisa bekerja maupun berwirausaha,” jelasnya.
Komisi II berharap dengan terpenuhinya anggaran, program pelatihan di BLK dapat berjalan lebih intensif, menyasar berbagai bidang sesuai kebutuhan pasar kerja. Dengan begitu, fasilitas yang sudah ada dapat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran di Banjarmasin. (HNG/JCI).












