Religi  

Kloter 13 Tiba, Fase Pemulangan Jamaah Haji Debarkasi Banjarmasin Tuntas — 2 Jamaah Masih di Arab Saudi, 1 Hilang

Kloter 13 Tiba, Fase Pemulangan Jamaah Haji Debarkasi Banjarmasin Tuntas — 2 Jamaah Masih di Arab Saudi, 1 Hilang

Banjarbaru, Jukung.co.id – Kedatangan jamaah haji Kloter 13 di Bandara Internasional Syamsuddin Noor pada malam Rabu (08/07/2025) pukul 19.50 WITA menandai berakhirnya fase pemulangan jamaah haji Debarkasi Banjarmasin tahun 1446 H / 2025 M.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Banjarmasin yang juga Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, menyampaikan kedatangan kloter terakhir ini, total 5.487 jamaah dan petugas telah kembali ke tanah air dengan selamat.

Meski begitu, masih terdapat dua orang jamaah haji asal Kalimantan Selatan yang belum bisa dipulangkan dan masih berada di Arab Saudi.

Pertama adalah Hasbullah Ihsan (73 tahun) dari Kloter 7 Banjarbaru, yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Hasbullah diketahui memiliki riwayat demensia (gangguan ingatan) dan dilaporkan hilang sejak Selasa, 17 Juni 2025 pukul 03.00 waktu Arab Saudi, setelah meninggalkan Hotel 709 di Mekah. Ia beralamat di Jl. Sidodadi 2 RT 6, Loktabat Selatan, Banjarbaru.

Sejak laporan kehilangan diterima, proses pencarian intensif terus dilakukan oleh Bidang Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, bekerja sama dengan KKHI, KJRI di Jeddah, Konsultan Haji, Otoritas Keamanan Arab Saudi, Imigrasi Syumaisy, Syarikah, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Selain Hasbullah, dua jamaah haji Indonesia lainnya juga dinyatakan hilang dengan kondisi serupa, yaitu Nurimah (80 tahun) dari Kloter 19 Embarkasi Palembang yang hilang sejak 28 Mei, dan Sukardi (67 tahun) dari Kloter 79 Embarkasi Surabaya yang hilang sejak 29 Mei. Keduanya juga memiliki riwayat demensia dan sampai saat ini belum ditemukan.

“PPIH Arab Saudi menyatakan bahwa proses pencarian tidak memiliki batas waktu. Pencarian akan terus dilanjutkan bahkan setelah musim haji selesai, dan secara formal akan diwakilkan melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Arab Saudi,” jelas Muhammad Tambrin.

Jamaah lainnya yang belum bisa dipulangkan adalah Kapsariah Salim (58 tahun), juga dari Kloter 7 Banjarbaru, yang masih menjalani perawatan medis intensif di RS King Fahad, Madinah. Ia telah dirawat sejak 20 Juni 2025 akibat penyakit pneumonia dengan efusi pleura dekstra (penumpukan cairan di rongga pleura kanan) disertai desaturasi (penurunan kadar oksigen dalam darah) dan low intake.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Kalimantan Selatan dan Indonesia, semoga Bapak Hasbullah, Ibu Kapsariah, serta dua jamaah haji Indonesia lainnya yang hilang senantiasa dalam perlindungan Allah SWT, segera ditemukan dan diberikan kesembuhan serta keselamatan. Kami juga mendoakan agar para petugas diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini,” tuturnya.

Muhammad Tambrin.juga menginformasikan, selawas pelaksanaan ibadah haji tahun ini, tercatat 13 orang jamaah wafat, yang terdiri dari 12 orang wafat di Arab Saudi dan 1 orang wafat dalam perjalanan pulang ke tanah air.

Dengan demikian, total jamaah dan petugas haji yang berangkat dari Embarkasi Banjarmasin tahun ini sebanyak 5.502 orang, dengan 5.487 orang telah kembali, 13 orang wafat, dan 2 orang masih berada di Arab Saudi, sehingga total jamaah tersisa menjadi 5.402 orang. (Rilis/JCI).

Exit mobile version