Bunda PAUD Banjarmasin Ajak Kuwitan Dukung Wajib Belajar Satahun Prasekolah

Bunda PAUD Banjarmasin Ajak Kuwitan Dukung Wajib Belajar Satahun Prasekolah

Banjarmasin, Jukung.co.id – Persiapan anak sebelum memasuki sekolah dasar dinilai kada cukup hanya lawan kemampuan membaca, menulis atau berhitung. Pendidikan prasekolah jua menjadi bagian penting dalam membangun keberanian, kemandirian hingga kemampuan anak beradaptasi lawan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Banjarmasin, Neli Listriani, wayah menjadi narasumber dalam Kampanye Wajib Belajar Satahun Pendidikan Prasekolah di Aula Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, tengah hari Senin (05/10/2026).

Neli Listriani mengajak buhan kuwitan memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak sejak usia dini. Menurutnya, masa usia 0 hingga 6 tahun merupakan periode penting dalam tumbuh kembang nang membutuhkan pendampingan wan stimulasi secara tepat.

Pendidikan prasekolah, kada hanya menjadi jembatan sebelum anak masuk SD, tetapi jua menjadi ruang bagi anak gasan mengenal dunia belajar secara bertahap.

Di lingkungan prasekolah, anak mulai belajar berinteraksi lawan kawan sebaya, mengikuti aturan, berkomunikasi, menyelesaikan kegiatan secara mandiri hingga membangun rasa percaya diri.

“Kalau kita ingin melihat Banjarmasin memiliki generasi nang cerdas, sehat, mandiri wan berkarakter, maka fondasinya harus kita bangun sejak anak masih kecil,” ujarnya.

Menurut Neli Listriani, satahun pendidikan prasekolah mungkin terlihat singkat. Namun, masa tersebut memiliki peran penting dalam membantu anak beradaptasi sebelum memasuki pendidikan dasar.

Anak nang mendapatkan pengalaman belajar sejak dini diharapkan kada takajut ketika memasuki lingkungan sekolah dasar.

Mereka jua diharapkan lebih siap mengikuti proses pembelajaran, mampu berinteraksi lawan lingkungan baru wan memiliki kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Neli Listriani menegaskan, keberhasilan pendidikan anak usia dini kada bisa hanya dibebankan kepada sekolah maupun pemerintah.

Keluarga memiliki peran nang sangat besar karena orang tua merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi saurang anak.

Karena itu, ia mengajak kuwitan kada menunggu anak memasuki jenjang SD gasan mulai memberikan perhatian terhadap pendidikan wan pembentukan karakter.

Pendidikan sejak usia dini dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi Banjarmasin nang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter nang kuat.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan, program wajib belajar satahun pendidikan prasekolah merupakan bagian dari upaya memastikan anak memiliki fondasi sebelum memasuki pendidikan dasar.

Menurutnya, kesiapan anak kada hanya dilihat matan kemampuan akademik, tetapi jua mencakup aspek sosial, emosional, kemandirian wan kemampuan beradaptasi.

“Wajib belajar satahun pendidikan prasekolah ini bukan sekadar mempersiapkan anak gasan masuk SD, tetapi jua memastikan mereka memiliki kesiapan matan sisi sosial, emosional, kemandirian, wan kemampuan beradaptasi di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Ryan Utama menambahkan, pelaksanaan program membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama keluarga.

Pemerintah terus mendorong agar kuwitan memahami bila pendidikan prasekolah merupakan kebutuhan penting bagi anak, bukan sekadar pilihan tambahan sebelum memasuki SD.

“Kami berharap kuwitan dapat melihat pendidikan prasekolah sebagai kebutuhan penting bagi anak. Dengan dukungan keluarga, sekolah, wan pemerintah, kita ingin memastikan setiap anak di Banjarmasin memperoleh kesempatan nang sama gasan tumbuh wan berkembang secara optimal,” tukasnya.

Melalui kampanye tersebut, Pemko Banjarmasin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini semakin kuat.

Sebab, sebelum anak melangkah lebih jauh dalam dunia pendidikan, fondasi berupa keberanian, kemandirian, kemampuan bersosialisasi wan karakter perlu dibangun sejak tahun-tahun pertama kehidupannya. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *