Kabel Semrawut Segera Ditata! Pemko Banjarmasin Siapkan Jaringan Fiber Optik Bawah Tanah

Kabel Semrawut Segera Ditata! Pemko Banjarmasin Siapkan Jaringan Fiber Optik Bawah Tanah

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mempersiapkan langkah besar gasan menata jaringan kabel fiber optik yang selawas ini dinilai semrawut wan mengganggu estetika kota. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, wan Statistik (Diskominfotik), pemerintah akan menyusun masterplan atau rencana induk pembangunan jaringan utilitas bawah tanah sebagai dasar pelaksanaan penataan kabel di masa mendatang.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemko Banjarmasin mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta dalam APBD Tahun 2026 untuk jasa konsultan penyusunan masterplan infrastruktur fiber optik.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Diskominfotik Banjarmasin, Febpry Graha Utama, mengatakan penyusunan masterplan merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Banjarmasin agar penataan kabel dilakukan secara sistematis tanpa mengganggu layanan telekomunikasi yang wayah ini dinikmati masyarakat.

Menurutnya, tahap perencanaan menjadi fondasi utama sebelum pelaksanaan proyek pemindahan kabel matan jaringan udara menuju jaringan bawah tanah.

“Tahapan perencanaan harus dilakukan secara matang karena posisi jaringan fiber optik yang ada wayah ini berbeda-beda. Jangan sampai proses penataan justru mengganggu layanan internet maupun telekomunikasi yang digunakan masyarakat,” ujarnya, baisukan Jumat (03/07/2026).

Febpry Graha Utama menjelaskan, hasil identifikasi awal menunjukkan kondisi infrastruktur jalan di Banjarmasin memiliki empat karakteristik berbeda yang membutuhkan pendekatan teknis tersendiri.

Kategori pertama merupakan ruas jalan yang telah memiliki trotoar wan saluran drainase sehingga relatif siap mendukung pembangunan jalur utilitas bawah tanah. Kategori kedua adalah jalan yang memiliki trotoar tetapi belum dilengkapi jalur ducting gasan kabel, nangkaya di kawasan Jalan Ahmad Yani.

Sementara itu, kategori ketiga merupakan jalan yang hanya memiliki drainase tanpa trotoar, yang menjadi kondisi dominan di banyak kawasan Banjarmasin. Adapun kategori keempat merupakan ruas jalan yang hanya memiliki bahu jalan tanpa trotoar maupun saluran drainase.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, Jalan Lambung Mangkurat dipilih sebagai lokasi prioritas uji coba karena memiliki kondisi infrastruktur yang dinilai paling siap gasan penerapan sistem jaringan bawah tanah.

“Kawasan Jalan Lambung Mangkurat menjadi prioritas karena merupakan pusat aktivitas pemerintahan wan bisnis dengan kondisi infrastruktur yang paling mendukung gasan penerapan jaringan utilitas bawah tanah,”jelasnya.

Selain menyiapkan aspek teknis, Pemko Banjarmasin juga mulai membangun komunikasi dengan berbagai penyedia layanan internet atau provider. Pemerintah memastikan proses penataan dilakukan melalui kolaborasi sehingga sabarataan pihak dapat menyesuaikan kebutuhan operasional masing-masing.

Dari hasil pembahasan sementara, muncul konsep penggunaan jaringan utama yang ditanam di bawah tanah melalui sistem manhole dan Optical Distribution Point (ODP). Sementara itu, sambungan menuju rumah pelanggan tetap memanfaatkan tiang bersama agar lebih efisien sekaligus menjaga estetika kota.

“Jaringan utama nantinya ditempatkan di bawah tanah, sedangkan distribusi menuju pelanggan menggunakan tiang bersama. Skema ini dinilai lebih efisien sekaligus mampu mengurangi kesemrawutan kabel di ruang publik,” ucapnya.

Meski demikian, Febpry Graha Utama menegaskan proses penataan kada akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah memastikan sabarataan infrastruktur pendukung telah siap sebelum jaringan kabel udara dipindahkan agar kada mengganggu layanan internet maupun komunikasi masyarakat.

“Kami harus memiliki tahapan wan timeline yang jelas. Kabel udara kada mungkin langsung diturunkan apabila jaringan bawah tanah balum siap digunakan karena akan berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut akan sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah daerah wan sabarataan provider, baik dalam penyusunan regulasi, skema investasi, maupun mekanisme operasional. Dengan perencanaan yang matang, Pemko berharap penataan kabel fiber optik mampu menciptakan wajah Banjarmasin yang lebih tertata, aman, modern, wan nyaman gasan warga. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *