Warga Keluhkan Banjir wan Sungai Dangkal, DPRD Siap Kawal Normalisasi!

Warga Keluhkan Banjir wan Sungai Dangkal, DPRD Siap Kawal Normalisasi!

Banjarmasin, Jukung.co.id – Agenda reses masa sidang I tahun 2026 dimanfaatkan anggota DPRD Banjarmasin matan Fraksi Partai Gerindra, Gusti Yasni Iqbal, gasan menyerap langsung aspirasi warga.

Memasuki hari kedua reses yang berlangsung, jelang kamarian Jumat (03/04/2026), kegiatan dipusatkan di kawasan Jalan Pulau Laut RT 03 RW 10, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi di lingkungan mereka, terutama terkait kondisi sungai wan drainase yang dinilai belum optimal.

Salah saurang warga, Muhammad Noor Rifani, mengungkapkan kondisi sungai di kawasan Jalan Pulau Laut wayah ini kurang terawat. Ia menyebutkan, wayah banyu pasang, luapan banyu rancak menggenangi jalan lantaran daya tampung sungai yang terbatas.

“Sungainya sudah lawas kada dirawat, jadi kalau banyu pasang, meluber ke jalan,” ujarnya.

 

Keluhan serupa jua disampaikan Anton, warga Jalan Sutoyo S. Ia memadahakan, wilayah Gang Asoka 3 hampir selalu terdampak banjir wayah hujan deras atau wayah banyu pasang.

“Kalau hujan atau banyu naik, gang kami pasti banjir. Ini mengganggu aktivitas warga, termasuk kakanakan yang mau mengaji,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gusti Yasni Iqbal menyampaikan persoalan sungai wan drainase memang menjadi perhatian utama dalam reses kali ini. Kondisi cuaca nang didominasi hujan dalam beberapa waktu terakhir turut memperparah situasi di sejumlah titik.

Menurutnya, penanganan persoalan tersebut kada bisa dilakukan secara instan, melainkan memerlukan kajian teknis matan instansi terkait sebelum dilakukan normalisasi.

“Permasalahan sungai ini akan kami sampaikan ke instansi terkait. Perlu kajian terlebih dahulu sebelum dilakukan pengerukan atau normalisasi,” jelasnya.

Ia menilai, salah satu penyebab utama banjir adalah kondisi sungai yang sudah dangkal akibat lawas kada dilakukan pengerukan. Oleh karena itu, normalisasi sungai menjadi langkah penting agar kapasitas tampung banyu dapat meningkat.

Selain pengerukan, perbaikan saluran drainase juga menjadi perhatian agar aliran banyu dapat mengalir dengan lancar menuju sungai wan kada lagi meluap ke permukaan jalan.

“Saluran banyu harus diperbaiki agar bisa langsung tembus ke sungai. Bahkan jika perlu dilakukan penyiringan agar aliran lebih optimal,” tambahnya.

Sabarataan aspirasi nang disampaikan warga, akan dikawal wan diperjuangkan agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan serta penganggaran daerah.

Ia juga memastikan hasil reses tersebut akan dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran dewan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja pemerintah daerah ke depan. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *