Banjarmasin, Jukung.co.id – Galeri Terapung yang berdiri di atas Sungai Martapura, tepatnya di kawasan Kampung Sasirangan, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, kini terbengkalai dan tidak terurus. Objek wisata yang sempat digadang-gadang menjadi ikon baru wisata sungai di Banjarmasin tersebut telah dibiarkan tanpa perawatan selawas bertahun-tahun.
Galeri Terapung merupakan inisiatif Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin yang diresmikan pada akhir tahun 2020. Pada masa awal keberadaannya, galeri ini cukup menarik perhatian masyarakat. Warga dan wisatawan lokal sering datang untuk berfoto dan melihat-lihat koleksi yang dipamerkan, meski pemanfaatannya saat itu masih terbatas.
Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut tidak bertahan lawas. Sejak sekitar tahun 2023, Galeri Terapung mulai ditinggalkan dan tidak lagi mendapatkan pemeliharaan rutin. Hingga awal 2026, kondisi bangunan semakin memprihatinkan dengan sejumlah bagian yang rusak dan lingkungan sekitar yang terlihat kumuh.
Salah satu warga Kampung Sasirangan, Ella, mengungkapkan sebelumnya Galeri Terapung berada di sekitar dermaga apung Sungai Jingah. Namun, karena sering disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bangunan tersebut akhirnya dipindahkan ke bagian ujung kawasan Kampung Sasirangan.
“Dulu Galeri Terapung masih bagus dan sering dikunjungi warga. Tapi setelah dipindahkan, tidak ada lagi dinas terkait yang melakukan pemeliharaan. Akibatnya, banyak papan lantai yang rusak, hiasan di dalamnya hilang, dan ratik berserakan,” ujar Ella saat ditemui, tengah hari Kamis (15/01/2026).
Menurutnya, kondisi Galeri Terapung yang dibiarkan terbengkalai sangat disayangkan, mengingat bangunannya memiliki bentuk yang unik dan berpotensi menjadi daya tarik wisata sungai. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan merawat kembali fasilitas tersebut agar dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
“Warga berharap segera diperbaiki. Selawas ini terkesan dibiarkan tanpa pemeliharaan yang baik. Sayang, kalau hanya jadi buang-buang anggaran,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan kondisi Galeri Terapung. Ia mengaku akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi bangunan sekaligus mengevaluasi pemanfaatannya ke depan.
“Kami akan segera mengecek langsung ke lapangan. Sangat disayangkan bangunan unik seperti itu dibiarkan begitu saja. Kami akan berkoordinasi dengan bidang terkait untuk mengetahui sebelumnya bangunan ini diperuntukkan untuk apa dan bagaimana pemanfaatannya ke depan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Banjarmasin diharapkan dapat segera menentukan langkah konkret, baik melalui perbaikan, revitalisasi, maupun penataan ulang konsep pemanfaatan Galeri Terapung. Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas tersebut dinilai masih memiliki potensi untuk mendukung pengembangan wisata sungai dan ekonomi kreatif di kawasan Kampung Sasirangan. (EPW/JCI).













