Banjarbaru, Jukung.co.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel melaksanakan Tes Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) sebagai bagian dari upaya menyiapkan pemimpin pendidikan yang kompeten dan berintegritas. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) dan diikuti 120 guru dari berbagai sekolah di seluruh kabupaten/kota di Kalsel, Sabtu (08/11/2025).
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menegaskan tes ini dilakukan secara objektif, murni, dan transparan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tes Substansi BCKS menjadi langkah penting untuk menilai kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional para kandidat agar siap memimpin sekolah secara efektif.
“Seleksi ini merupakan bagian penting dari proses penyiapan calon kepala sekolah yang kompeten dan berkarakter. Kami ingin memastikan kepala sekolah yang terpilih memiliki integritas, kemampuan manajerial, serta mampu memajukan pendidikan di wilayahnya,” ujarnya.
Proses seleksi calon kepala sekolah dilakukan melalui dua tahapan, yakni seleksi administrasi dan seleksi substansi. Peserta yang lulus tahap administrasi dan memenuhi syarat kemudian mengikuti Tes Substansi BCKS yang dilaksanakan pada 2 November 2025 di SMKN 3 Banjarmasin.
Galuh Tantri Narindra menambahkan, peserta yang berhasil lulus tes substansi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan lanjutan selama 10 hari. Pelatihan ini menjadi syarat penting sebelum penugasan guru resmi menjadi kepala sekolah.
“Penugasan guru sebagai kepala sekolah diarahkan untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan, peningkatan kinerja sekolah, dan pengembangan kepemimpinan di seluruh satuan pendidikan. Dengan demikian, setiap sekolah memiliki kepala yang mampu mendorong inovasi, meningkatkan prestasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif,” jelasnya.
Tes Substansi BCKS ini menunjukkan keseriusan Pemprov Kalsel dalam membangun kualitas kepemimpinan di sektor pendidikan. Selain menilai kompetensi akademik, seleksi ini juga menekankan pentingnya karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi dalam mengelola berbagai tantangan di dunia pendidikan. (MC Kalsel/JCI).













