Banjarbaru, Jukung.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Perpustakaan Sekolah Internasional yang jatuh pada 18 Oktober 2025, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh pelajar di Banua untuk semakin mencintai perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pengembangan diri.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, menekankan perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, melainkan sarana strategis untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berwawasan luas, dan berkarakter mulia.
“Perpustakaan adalah bank universal, di mana setiap orang bisa menabung dan mengambil pengetahuan tanpa batas. Melalui perpustakaan, siswa dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri,” ujarnya di Banjarbaru, Jumat (24/10/2025).
Peringatan Hari Perpustakaan Sekolah Internasional merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberadaan perpustakaan di lingkungan pendidikan. Di era digital seperti sekarang, perpustakaan juga dituntut untuk menjadi lebih inovatif dengan memanfaatkan teknologi agar menarik minat baca generasi muda.
Sri Mawarni menambahkan, Dispersip Kalsel mendorong seluruh sekolah di Kalimantan Selatan untuk terus mengembangkan layanan perpustakaan yang ramah anak, berbasis teknologi digital, serta kreatif dan interaktif.
“Dengan perpustakaan yang modern dan inovatif, kami berharap generasi muda tidak hanya membaca, tetapi juga termotivasi untuk meneliti, berkreasi, dan mengembangkan ide-ide baru. Perpustakaan harus menjadi pusat inspirasi yang dapat menjangkau seluruh siswa di Banua,” tambahnya.
Dispersip Kalsel juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara maksimal. Kegiatan literasi di sekolah diharapkan dapat meningkatkan budaya membaca, menulis, dan berdiskusi, sekaligus menumbuhkan minat pelajar untuk mengakses ilmu pengetahuan tanpa batas.
Momentum Hari Perpustakaan Sekolah Internasional 2025 ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus pemacu bagi semua pihak agar perpustakaan tetap relevan di era modern, menjadi sumber inspirasi, dan mendukung pengembangan karakter generasi muda Banua. (MC Kalsel/JCI).












