Berita  

Warga Belitung Utara Tunjukkan Semangat Kolaborasi dalam Lomba Maharagu Sungai

Warga Belitung Utara Tunjukkan Semangat Kolaborasi dalam Lomba Maharagu Sungai

Banjarmasin, Jukung.co.id – Anak Sungai Kuin yang membentang di Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, kini terlihat bersih dan tertata rapi. Sungai kecil yang menghubungkan Sungai Barito dan Sungai Martapura ini dipilih oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin sebagai salah satu nominasi dalam Lomba Maharagu Sungai, bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Banjarmasin ke-499 tahun 2025.

Anak Sungai Kuin tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi bagi jukung yang membawa dagangan ke pasar di kawasan Jalan Saka Permai, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi warga. Untuk memperindah kawasan ini, di tepian sungai dekat Jembatan Simpang Belitung dibangun Taman Hijau yang menyediakan area bersantai, pembibitan tanaman, dan sarana rekreasi bagi anak-anak maupun warga dewasa.Jajaran DPP Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) meninjau langsung anak sungai tersebut, jelang tengah hari Kamis (18/09/2025). Ketua Umum DPP FKPWK, Adv. Rachmad Fadillah, S.H., mengapresiasi komitmen warga.

“Partisipasi warga Belitung Utara luar biasa. Anak Sungai Kuin yang sudah memasuki penilaian ketiga terlihat bersih dan tertata. Ini bukti nyata kerja sama warga, pemerintah, dan komunitas peduli sungai. Jika nantinya berhasil menjadi juara, kami siap memberikan bonus atau kejutan,” ujarnya.

Rachmad Fadillah menekankan, menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tugas bersama seluruh lapisan masyarakat. Ia menyoroti peran warga yang aktif mengangkat ratik, termasuk plastik, yang kemudian dimanfaatkan untuk pembibitan tanaman rumah tangga, seperti lombok, yang ditanam di Taman Hijau Daun.Lurah Belitung Utara, Erliyana, menambahkan, upaya menjaga sungai dilakukan jauh sebelum lomba dimulai. “Partisipasi warga dan kader lingkungan sudah terlihat sejak awal. Kami menyiapkan sistem pengelolaan ratik yang efektif, mulai dari paman grobak yang mengambil ratik rumah tangga, hingga komunitas RT yang rutin memberi penyuluhan kepada warga bantaran sungai,” jelasnya.

Erliyana menambahkan, keberhasilan anak sungai ini juga menjadi dorongan bagi warga lain untuk meniru inisiatif serupa. “Kami berharap partisipasi masyarakat di bantaran sungai lainnya bisa meningkat. Sungai yang bersih, taman yang tertata, dan aktivitas warga yang positif adalah kombinasi ideal untuk meningkatkan kualitas hidup komunitas,” ucapnya.

Selain aspek kebersihan, Anak Sungai Kuin juga menjadi pusat aktivitas sosial dan rekreasi. Anak-anak sering berenang, bermain kano, atau sekadar menikmati waktu bersama. Warga dewasa memanfaatkan Taman Hijau untuk memancing atau bersantai sambil memantau anak-anak mereka bermain. Fauzi Rahman, Ketua RT 01 Belitung Utara, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap dukungan DPP FKPWK dan warga yang disiplin menjaga kebersihan.

“Kami membersihkan sungai bersama komunitas peduli sungai setiap tiga bulan sekali. Ini bukan sekadar lomba, tetapi kewajiban kami untuk memelihara lingkungan agar tetap bersih, aman, dan nyaman bagi semua,” ujarnya.

Kegiatan Maharagu Sungai memberikan pelajaran penting tentang kolaborasi, partisipasi warga, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Anak Sungai Kuin kini menjadi simbol bila sungai bisa lebih dari sekadar saluran banyu tapi menjadi ruang publik yang bermanfaat, pusat edukasi, dan sarana rekreasi bagi komunitas. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *